Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2018

7 Manfaat Senam Hamil Selama Kehamilan Hingga Setelah Melahirkan

sumber:  https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/7-manfaat-senam-hamil/
Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.
Senam hamil mungkin menjadi tren di kalangan ibu hamil, khususnya ibu hamil yang masih muda. Tapi, ternyata tidak hanya sekadar tren, senam hamil bisa memberikan manfaat nyata bagi ibu selama kehamilan maupun setelah melahirkan. Apa saja manfaat senam hamil? Simak penjelasannya di bawah ini.

Manfaat senam hamil bisa dirasakan saat hamil hingga setelah bersalin

Hamil bukan berarti Anda harus berhenti berolahraga. Justru olahraga atau melakukan senam hamil sangat disarankan untuk dilakukan saat hamil. Karena, aktif saat hamil dapat membawa manfaat yang banyak bagi Anda dan janin.
Berikut ini beberapa manfaat senam hamil yang tentu sayang jika dilewatkan.

1. Membantu menyediakan energi

Olahraga teratur dapat membantu Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, membuat Anda tidak mudah lelah. Karena, dengan berolahraga Anda dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Dengan berolahraga, Anda juga melatih otot Anda, sehingga Anda tidak perlu melakukan banyak usaha untuk melakukan aktivitas.

2. Menurunkan risiko komplikasi kehamilan

seperti diabetes gestasional dan preeklampsia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan diabetes gestasional yang berolahraga tiga kali seminggu dapat menurunkan risiko bayinya lahir dengan berat badan berlebih sebesar 54% dan menurunkan risiko melahirkan caesar sebesar 34%. Berolahraga juga dapat membantu menjaga berat badan sehingga meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

3. Membantu mengurangi stres dan membangkitkan suasana hati

Sebuah penelitian menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan kadar serotonin, zat kimia otak yang berhubungan dengan suasana hati, membuat Anda lebih bahagia dan bersemangat. Hal ini tentunya sangat baik buat kandungan Anda.

4. Mengurangi ketidaknyamanan saat hamil

Anda mungkin merasa tubuh kurang bugar saat hamil karena sakit punggung, sembelit, perut kembung, dan pembengkakan (misalnya pada kaki). Dengan berolahraga, tubuh lebih aktif bergerak sehingga mendukung kelancaran peredaran darah dalam tubuh. Olahraga juga dapat memperkuat otot, sehingga membantu Anda mencegah dan mengatasi nyeri selama kehamilan.

5. Membuat tidur lebih nyenyak

Olahraga atau senam saat hamil dapat membuat tubuh Anda cukup lelah. Sehingga, Anda akan lebih nyenyak tidur pada malam hari.

6. Membantu tubuh mempersiapkan kelahiran

Olahraga selama hamil dapat membantu persalinan lebih mudah dan memperpendek waktu persalinan. Juga, menurunkan risiko komplikasi saat persalinan. Hal ini karena tubuh sudah terbiasa dilatih dan mengeluarkan banyak energi saat olahraga atau senam.

7. Membantu pemulihan tubuh lebih cepat setelah melahirkan

Berolahraga atau senam secara teratur selama kehamilan dapat memperkuat otot, sehingga tubuh bisa pulih lebih cepat setelah melahirkan karena otot sudah biasa dilatih.

Apakah harus ikut kelas senam hamil?

Tidak juga. Yang terpenting adalah ibu bergerak atau melakukan olahraga ringan sebisa ibu saat hamil. Tidak masalah jika ibu tidak mengikuti kelas senam hamil. Tapi, ibu hamil sebaiknya tetap berolahraga setiap hari. American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan agar ibu hamil berolahraga setidaknya 20-30 menit setiap hari (jika dokter tidak menyarankan untuk berhenti berolahraga sementara atau membatasi aktivitas fisik karena kondisi medis).
Seperti disarankan oleh American Pregnancy Association, pilihlah olahraga saat hamil yang tepat. Ada banyak olahraga yang aman untuk dilakukan ibu hamil, namun jangan berlebihan dan harus selalu berhati-hati. Contoh olahraga yang baik dilakukan ibu hamil adalah prenatal yoga, di mana risiko yang bisa ditimbulkannya sangat rendah.
Jika Anda sudah terbiasa melakukan olahraga sebelum hamil, Anda mungkin bisa meneruskannya selama kehamilan Anda. Tapi, sesuaikan juga dengan kemampuan Anda saat hamil. Jangan melakukan olahraga dengan risiko tinggi, seperti berisiko terjatuh, ada gerakan melompat, dilakukan dalam cuaca panas, dan sebagainya.

 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sabtu, 05 Mei 2018

Yuk, Temukan Posisi Tidur Bagi Ibu Yang Sedang Hamil Muda

posisi tidur ibu hamil muda 

 sumber:https://harvestsupplement.com/posisi-tidur-ibu-hamil-muda/ 

Apakah Anda sedang hamil muda? Selain memperhatikan asupan gizi, Anda pun harus memilih posisi tidur yang tepat. National Sleep Foundation menemukan fakta, sekitar 78 persen perempuan hamil mengalami kendala tidur.
Bagi wanita hamil posisi tidur merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Hasil riset Tomasina Stacey dari University of Auckland membuktikan adanya korelasi positif antara keguguran dengan posisi tidur ibu hamil muda. Jika salah mengambil posisi, aliran darah untuk janin menjadi terhambat.
Baca juga : Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya
Kondisi tersebut dapat mengakibatkan kematian janin. Pasalnya, peredaran darah yang tidak lancar dapat menyebabkan asupan oksigen berkurang. Selain itu, pun bisa merusak otak, mengalami kelainan jantung, serta autisme.
Penelitian serupa juga dilakukan oleh Alexander Heazell dari Tommy’s Stillbirth Research Centre University of Manchester. Hasil risetnya menunjukkan, keguguran pada usia 28 minggu dipengaruhi kebiasaan tidur sang ibu.

Posisi Tidur Ibu Hamil Trimester 1-3

Kehamilan trimester 1-3 merupakan tahapan paling rawan. Pasalnya, saat itu, janin sedang bertumbuh dan berkembang. Organ-organ tubuh calon bayi mulai terlihat secara bertahap.
Baca juga : Tahap Perkembangan Janin
Itulah sebabnya, Anda harus tidur dengan posisi terbaik di masa awal kehamilan. Berikut ini dua posisi tidur ibu hamil yang dianjurkan selama trimester 1-3.
  1. Sleep on Side (SOS)

Sleep on side atau tidur miring adalah posisi tidur ibu hamil muda yang terbaik. Upayakan menyamping ke kiri supaya janin memperoleh aliran darah. Zat gizi makanan pun bisa terserap secara maksimal ke dalam plasenta.
Saat Anda tidur miring ke kiri, vena besar di tulang belakang mengalirkan darah dari tubuh ke jantung bagian bawah. Hal ini mampu meringankan kinerja jantung sehingga ibu hamil terhindar dari gangguan kardiovaskular.
Tidur dengan posisi miring ke kiri juga bisa melancarkan aliran getah bening ke seluruh tubuh. Cairan inilah yang membawa sel darah putih untuk meningkatkan imun. Jadi, selama kehamilan, Anda menjadi kebal terhadap serangan penyakit.
  1. Gunakan Bantal yang Nyaman Selama Tidur

Anda ingin tidur lelap selama masa kehamilan trimester awal? Manfaatkan bantal berbentuk huruf U untuk menjaga kualitas istirahat. Model bantal ini bisa menyangga bagian perut, punggung, kepala, serta lutut.
Penggunaan bantal yang tepat selama hamil bisa mencegah sakit punggung. Selain itu, pun mampu mengurangi tekanan di bahu, leher, dan pinggang pada ibu hamil muda.

Posisi Tidur Ibu Hamil Muda yang Berbahaya Untuk Janin

Anda biasa tidur dengan posisi selain miring ke kiri? Mulai sekarang, ubah kebiasaan tersebut. Pasalnya, posisi tidur berikut ini sangat berbahaya bagi keselamatan janin.
  1. Miring ke Kanan

Tidur dengan cara menyamping ke kanan bisa menghambat sirkulasi oksigen untuk janin. Posisi ini juga menghalangi aliran makanan ke plasenta sehingga calon bayi kekurangan tidak mendapat asupan nutrisi.
Baca juga : Tips Mempersiapkan Bayi Sehat & Cerdas Sejak Dalam Kandungan
  1. Tidur Tengkurap

Sejak trimester awal sampai akhir kehamilan, Anda tidak dianjurkan tidur dengan posisi ini. Pasalnya, tengkurap bisa memberikan tekanan pada rahim. Akibat yang terjadi; aliran oksigen untuk janin menjadi berkurang.
  1. Posisi Kepala Lebih Tinggi Saat Tidur Telentang

Posisi ini juga harus dihindari karena bisa menyebabkan nyeri pada leher dan punggung. Di samping itu dapat mengakibatkan tekanan pada ginjal, hati, serta plasenta. Sebaiknya, sejajarkan bantal dengan badan supaya tidur terasa nyaman.
  1. Setengah Duduk

Tidur dengan posisi setengah duduk memang terlihat nyaman. Banyak ibu hamil yang mempraktikkannya. Namun, posisi ini tidak dibenarkan.

Seusai tidur setengah duduk, punggung Anda pasti terasa nyeri. Hal itu karena ada tekanan di tulang belakang. Posisi ini juga kurang baik untuk sirkulasi darah ke jantung.
  1. Tidur Telentang Ketika Hamil Muda

Anda suka tidur dengan posisi telentang? Saat trimester 1, tidur telentang tidak dilarang. Namun, memasuki trimester 2, kebiasaan tersebut harus dihilangkan. Pasalnya, bisa membahayakan keselamatan janin selama dalam kandungan.
Baca juga : Olahraga Yang Aman Ketika Hamil

Tips agar Bisa Tidur dengan Nyaman Selama Hamil

Selama hamil, berapa lama Anda tidur? Sebenarnya, masing-masing ibu hamil memiliki durasi waktu istirahat yang berbeda. Namun, cobalah untuk tidur siang dan malam secara teratur.
Jika Anda sulit tidur dengan nyaman, terapkan tips-tips ini setiap hari.
  • Konsumsi makanan secukupnya supaya tidak mengalami gangguan pencernaan di malam hari.
  • Relaksasi ringan dengan mandi air hangat sebelum tidur.
  • Lakukan pemijatan ringan di area kaki dengan menggunakan minyak herbal.
  • Kurangi konsumsi air putih menjelang tidur agar Anda tidak buang air kecil di malam hari.
Setelah mengetahui posisi tidur untuk ibu hamil muda yang tepat, kini Anda harus menerapkannya. Sebagai penunjang selama kehamilan, jangan lupa mengonsumsi vitamin untuk ibu hamil. Dengan demikian, tubuh tetap sehat dan janin menjadi lebih kuat.

Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

kebutuhan tablet Fe pada ibu hamil


  sumber: https://www.trendilmu.com/2015/09/kebutuhan.tablet.fe.pada.ibu.hamil.html#
Kebutuhan Tablet Fe Pada Ibu Hamil
Ilustrasi

Pengertian Tablet Fe

Tablet Fe adalah suatu tablet mineral yang sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah adalah adanya kandungan tablet Fe. Secara alamiah tablet Fe diperoleh dari makanan. Kekurangan tablet Fe dalam menu makanan sehari-hari dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah (Muchtadi, 2009).
Tablet Fe merupakan vitamin dan mineral penting bagi wanita hamil untuk mencegah kecacatan pada perkembangan bayi baru lahir dan kematian ibu yang disebabkan oleh anemia berat (Ami, 2009). Oleh karena itu, tablet ini sangat diperlukan  ibu hamil. Sudah selayaknya seorang ibu hamil akan mendapatkan 90 tablet Fe selama masa kehamilannya (Hunter dkk, 2011).

Manfaat dari Tablet Fe

Tablet Fe merupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. Tablet Fe juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh. Tablet Fe sangat penting bagi kesehatan ibu hamil, diantaranya: mencegah terjadinya anemia defisiensi besi, mencegah terjadinya perdarahan pada saat persalinan dan dapat meningkatkan asupan nutrisi bagi janin (Rukiah dkk, 2009).
Untuk para ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi Fe.Seperti: daging merah, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan dan mengkonsumsi cukup vitamin c juga penting, dimana vitamin c dapat membantu dalam penyerapan Fe itu sendiri (Rukiah dkk, 2009).

Kebutuhan Tablet Fe Pada Masa Kehamilan.

Kebutuhan tablet Fe pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg.  Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal.  Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus, urin dan kulit.  Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg tablet Fe.  Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg tablet Fe perhari.  Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan tablet Fe sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan tablet Fe masih kekurangan untuk wanita hamil (Rukiah dkk, 2009).
Sumber lain mengatakan, kebutuhan ibu hamil akan Fe meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah) sebesar 200-300%. Perkiraan besaran tablet Fe yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin, dengan 50-75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah darah merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan (Arisman, 2009).
Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan trimester III sebesar 70%. Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan, tablet Fe yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mg tablet Fe untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh tablet Fe sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil (Kusmiyati, 2009).
Penyerapan besi dipengaruhi oleh banyak faktor. Protein hewani dan vitamin C meningkatkan penyerapan. Kopi, teh, garam kalsium, magnesium dan fitat dapat mengikat Fe sehingga mengurangi jumlah serapan. Karena itu sebaiknya tablet Fe ditelan bersamaan dengan makanan yang dapat memperbanyak jumlah serapan, sementara makanan yang mengikat Fe sebaiknya dihindarkan, atau tidak dimakan dalam waktu bersamaan. Disamping itu, penting pula diingat, tambahan besi sebaiknya diperoleh dari makanan, karena tablet Fe terbukti dapat menurunkan kadar seng dalam serum (Arisman, 2009).
Penyerapan besi dapat maksimal apabila saat minum tablet atau sirup tablet Fe dengan memakai air minum yang sudah dimasak. Setelah minum tablet atau sirup tablet Fe, biasanya kotoran (feses) akan berwarna hitam. Dengan meminum tablet Fe maka tanda-tanda kurang darah akan menghilang. Namun, jika tidak menghilang berarti menderita anemia gizi besi jenis lain (Kusmiyati, 2009).

Gejala Kekurangan Tablet Fe

Beberapa gejala yang dapat dikenali secara dini  yaitu: lemah, pusing, mata berkunang-kunang, mual, pucat, rambut kering, rapuh, dan tipis, sering sariawan, kuku tipis kering, denyut jantung cepat dan pernafasan juga cepat  (Hunter dkk, 2011).
Pustaka
Rukiyah, dkk. (2009). Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). CV.Trans Info Media. Jakarta.
Arisman. (2009). Gizi Dalam Daur Kehidupan. EGC. Jakarta

Hunter, dkk. (2011). Makanan Yang Aman Untuk Kehamilan. Arcan. Jakarta


 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Pemeriksaan Leopold 1-4 Pada Ibu Hamil


Hasil gambar untuk pemeriksaan leopold 
sumber:  http://www.catatanperawat.id/2016/03/pemeriksaan-leopold-1-4-pada-ibu-hamil.html

Pemeriksaan Leopold ialah suatu teknik untuk pemeriksaan ibu hamil dengan menggunakan cara perabaan/palpasi yaitu merasakan/meraba bagian yang terdapat di Rahim ibu hamil dengan menggunakan tangan dalam posisi-posisi tertentu, atau dengan menggunakan tekan memindahkan bagian bagian tertentu untuk menentukan bagian-bagian tertentu. Teori berdasarkan Christian Gerhard Leopold. Pemeriksaan leopold ini sebaiknya dilaksanakan setelah Usia Kehamilan 24 minggu, saat bagian janin semuanya sudah teraba. Teknik pemeriksaan leopold tujuan utamanya untuk menentukan letak dan posisi janin di uterus, bias juga bertujuan untuk menentukan usia kehamilan ibu dan memperkirakan/menentukan berat janin.

Pemeriksaan Leopold akan sulit dilakukan terhadap ibu hamil gemuk yang mempunyai dinding perut tebal. Pemeriksaan leopold juga terkadang dapat membuat ibu hamil tidak nyaman karena tidak posisi yang salah dan tidak memadai serta tidak dipastikan dalam keadaan santai. Untuk membantu memudahkan pemeriksaan ini, maka persiapankan apa saja yang diperlukan sebelum dilakukan pemeriksaan yaitu:

1. Instruksikan klien untuk mengosongkan vesika urinaria/kandung kemihnya
2. Menempatkan klien pada posisi berbaring yang telentang, tempatkan bantal kecil tepat di bawah kepala sebagai tindak kenyamanan
3. Menjaga privasi klien
4. Menjelaskan proses dan prosedur pemeriksaan
5. Menghangatkan tangan klien dengan cara menggosok bersama-sama dikedua tangan (tangan dingin bisa merangsang kontraksi uterus/rahim)
6. Menggunakan telapak tangan untuk raba/palpasi bukan dengan jari.
Leopold I
Tujuan : Untuk menentukan umur kehamilan serta bagian tubuh apa yang terdapat didalam fundus uteri.
Caranya :
Ø  Kaki klien ditekuk pada lutut serta lipat paha
Ø  Pemeriksa berdiri disebelah kanan ibu hamil dan melihat kearah muka klien
Ø  Rahim dibawa ke tengah
Ø  Tinggi fundus uteri ditentukan, ukur dari bagian keras ketemu (symphisis)
Pemeriksaan Leopold 1-4 Pada Ibu Hamil

Leopold II
Tujuan : Untuk menentukan dimana punggung anak dan dimana letak bagian-bagian kecil.
Caranya :
Ø  Raba bagian kiri dan kanan Rahim jika teraba kecil-kecil dan panjang itu menentukan tangan dan jari-jari
Ø  Jika teraba lebar dank eras biasanya teraba di bagian abdomen kuadran kiri bawah
Pemeriksaan Leopold 1-4 Pada Ibu Hamil

Leopold III
Tujuan : Untuk mengetahui apa yang ada pada bagian bawah dan bagian bawah sudah terpegang oleh PAP (Pintu Atas Panggul) besar.
Caranya :
Ø  Tangan kanan memegang bagian bawah
Ø  Tangan kiri mencoba menekan fundus
Ø  Dibagian bawah Rahim masih bias digoyangkan atau tidak
Ø  Bila belum konvergen tidak perlu leopold IV
Pemeriksaan Leopold 1-4 Pada Ibu Hamil

Leopold-IV
Tujuan : Guna menentukan bagian bawah dalam Rahim dan seberapa masuknya bagian bawah tersebut ke dalam PAP.
Caranya :
Ø  Tangan konvergen : hanya bagian kecil dari kepala yang turun PAP
Ø  Tangan sejajar II : separuh kepala masuk PAP
Ø  Tangan divergen : Bagian terbesar kepala masuk PAP
Pemeriksaan Leopold 1-4 Pada Ibu Hamil
Untuk mendengarkan DJJ :
Ø  Cari punctum maximal
Ø  Kalau sudah jelas dengarkan bias dengan linex/dopler
Ø  Bandingkan dengan nadi ibu
Ø  Hitung denyut jantung dalam 1 menit
Ø  Normal >120-160 x/menit

Ø  Bila < 120 >160 x/menit yaitu fetal distress



Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

ANC (Antenatal Care)/ Pemeriksaan Kehamilan

Hasil gambar untuk anc pada ibu hamil

Menurut Manuaba (2008) dalam asuhan keperawatan (ASKEP), pemerikasaan Antenatal Care (ANC) adalah pemerikasaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, hingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar.
Kunjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semanjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada setiap kunjungan ANC, petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan diagnosisi kehamilan intrauterine serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (Syaifuddin, 2005 dalam Harnany, 2006).
1.      Tujuan ANC
Menurut Depkes RI (2004), tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Adapun tujuan umum ANC menurut Muchtar (2005) dalam Febriani (2010), adalah sebagai berikut:
  1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
  2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal, dan sosial ibu dan bayi.
  3. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pembedahan.
  4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
  5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI Eksklusif.
  6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara optimal.
  7. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.
Menurut Wiknjosastro (2005), tujuan khusus ANC adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental.
2.      Jadwal Pemerikasaan Kehamilan
Kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu, yaitu sampai dengan kehamilan trimester I (<14 minggu) satu kali kunjungan, dan kehamilan trimester II (14-28 minggu) satu kali kunjungan, dan kehamilan trimester III (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan (Hanafiah, 2006).
3.      Pelayanan Antenatal
Menurut Depkes (2009), pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh profesional (dokter spesialis, kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu bidan, dan perawat bidan) untuk ibu selama masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang meliputi 5T yaitu timbang berat badan, ukut tinggi badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi tetanus toxoid, ukur tinggi fundus uteri dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan.
  1. Konsep Pemeriksaan Antenatal
Menurut Depertemen Kesehatan RI (2002), pemeriksaan antenatal dilakukan dengan standar pelayanan antenatal dimulai dengan:
1)      Anemnese: meliputi identitas ibu hamil, riwayat KB, kehamilan sebelumnya dan kehamilan sekarang.
2)      Pemeriksaan mum: meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus kedidanan.
3)      Pemerisaan laboratorium dilakukan hanya atas indikasi/diagnosa.
4)      Pemberian obat-obatan, imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dan tablet besi (Fe).
5)      Penyuluhan tentang gizi, kebersihan, olah raga, pekerjaan dan perilaku sehari-hari, perawatan payu dara dan ASI, tanda-tanda risiko, pentingnya pemeriksaan kehamilan dan imunisasi selanjutnya, persalinan oleh tenaga terlatih, KB setelah melahirkan serta pentingnya kunjungan pemeriksaan kehamilan ulang.
Menurut Muchtar (2005), pelayanan Antenatal meliputi:
1)      Trimester I: ibu memeriksakan kehamilan minimal 1 kali pada 3 bulan pertama usia kehamilan dengan mendapatkan pelayanan 5T (timbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT, dan pemberian tablet zat besi) disebut juga K1 (kunjungan pertama ibu hamil).
2)      Trimester II: ibu memeriksakan kehamilan minimal 1 kali pada umur kehamilan 4-6 bulan dengan mendapatkan pelayanan 5T  (timbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT, dan pemberian tablet zat besi).
3)      Trimseter III: ibu memeriksakan kehamilannya minimal 2 kali pada umur kehamilan 7–9 bulan dengan mendapatkan pelayanan 5T (timbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi TT, dan pemberian tablet zat besi), disebut juga K4 (kunjungan ibu hamil ke empat).
  1. Kunjungan Ibu Hamil
Menurut Depkes RI (2002) dalam Pasaribu (2005), kunjungan ibu hamil adalah kontak antara ibu hamil dengan petugas kesehatan yang memberikan pelayanan antenatal standar untuk mendapatkan pemeriksaan kehamilan. Istilah kunjungan kehamilan disini dapat diartikan ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan atau sebaliknya petugas kesehatan yang mengunjungi ibu hamil di rumahnya atau posyandu. Kunjungan ibu hamil dlakukan secara berkala yang dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu:
1)      Kunjungan ibu hamil yang pertama (K1)
Kunjungan K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pelayanan kesehatan trimester I dimana usia kehamilan 1 sampai 12 minggu, meliputi identitas/ biodata, riwayat kehamilan, riwayat kebidanan, riwayat kesehatan, riwayat sosial ekonomi, pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan, penyuluhan dan konsultasi.
2)      Kunjungan ibu hamil yang keempat (K4)
Kunjungan K4 adalah kontak ibu hamil yang keempat atau lebih dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemerisaan kehamilan dan pelayanan kesehatan pada trimester III, usia kehamilan >32 minggu, meliputi anamnese, pemeriksaan kehamilan dan pelayanan kesehatan, pemeriksaan psikologis, pemeriksaan laboratorium bila ada indikasi/diperlukan, diagnosis akhir (kehamilan normal, terdapat penyakit, terjadi komplikasi, atau tergolong kehamilan risiko tinggi), sikap dan rencana tindakan (persiapan persalinan dan rujukan).
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selaman masa kehamilan dengan distribusi kontak sebagai berikut:
  1. Minimal 1 kali pada trimester I (K1), usia kehamilan 1-12minggu.
  2. Minimal 1 kali pada trimester II (K2), usia kehamilan 13-24 minggu.
  3. Minimal 2 kali pada trimester III, (K3-K4), usia kehamilan > 24 minggu.
Dengan pelayanan yang baik, dapat diidentifikasi kehamilan beresiko tinggi dan dilanjutkan dengan perawatan khusus. Pelayanan antinatal yang berkualitas dan dilakukan sedini mungkin secara teratur akan membantu pengurangan resiko terhadap kejadian anemia. Secara ringkas pelayanan antinatal minimal 4 kali salama kehamilan, yaitu: 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II. Dan 2 kali pada trimseter III untuk mendapatkan pelayanan 5T (Depkes RI, 1994).
Pelaksanaa pelayana antenatal adalah dokter, bidan (bidan puskesmas, bidan di desa, bidan di praktek swasta), pembantu bidan, perawat yang sudah dilatih dalam pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 2002).






 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Jangan Cemas, Kita Bahas Nutrisi Ibu Hamil di Sini



sumber:https://www.alodokter.com/jangan-cemas-kita-bahas-nutrisi-ibu-hamil-di-sini


Penelitian membuktikan bahwa asupan nutrisi ibu hamil dengan gaya hidup yang kurang baik memungkinkan bayi mengalami penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
Begitu dinyatakan hamil, saat itulah Anda harus mulai berhati-hati dalam memilih asupan sebab makanan yang Anda konsumsi akan diserap oleh bayi sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Salah memilih nutrisi, seperti keliru mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin A, kemungkinan juga menyebabkan bayi di dalam kandungan mengalami keracunan.
nutrisi ibu hamil - alodokter
Hamil bukanlah berarti bahwa seorang ibu harus memakan dengan jumlah porsi untuk dua orang. Para ahli merekomendasikan ibu hamil dengan berat badan normal untuk mengonsumsi 1800 kalori pada trimester pertama, 2200 kalori pada trimester kedua, dan 2400 kalori pada trimester terakhir. Agar bayi di dalam kandungan mengalami pertumbuhan dengan baik, Anda disarankan mengonsumsi zat makanan berikut sebagai sumber nutrisi ibu hamil.
Karbohidrat
Karbohidrat yang disarankan untuk ibu hamil adalah yang mengandung zat tepung, misalnya nasi, pasta, kentang, dan roti. Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sumber karbohidrat sebanyak 7 hingga 11 porsi setiap harinya sesuai kebutuhan kalori harian Anda. Karbohidrat akan diubah menjadi energi untuk ibu hamil dan pertumbuhan bayi di dalam kandungan.
Protein
Saat hamil, Anda memerlukan 70 gr protein setiap harinya. Anda bisa mendapatkan protein dari sumbernya, yaitu ikan, daging, telur, tahu, susu, kerang, dan yogurt. Kebutuhan akan protein ini dapat terpenuhi saat Anda mengonsumsi tiga hingga empat porsi protein setiap harinya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan protein harian ibu hamil, Anda dapat mengonsumsi dua cangkir yogurt, dua cangkir susu, dan 142 gram dada ayam.
Lemak
Anda pun butuh lemak sebagai nutrisi ibu hamil. Tidak ada batas minimal lemak yang harus Anda konsumsi. Meski demikian, tentu saja tidak disarankan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Selain itu, pilihlah sumber lemak nabati yang sehat, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan avokad.
Serat dan vitamin
Pada saat hamil, setiap harinya Anda memerlukan 2,5 hingga 3 cangkir sayur dan dua cangkir buah untuk memenuhi kebutuhan akan serat. Serat pada sayur dan buah berguna untuk membantu sistem pencernaan. Bahan makanan ini juga mengandung berbagai mineral dan vitamin, seperti vitamin A dan C. Anda dianjurkan untuk banyak mengonsumsi sayuran hijau untuk mendapatkan vitamin A, zat besi, dan asam folat. Agar tidak bosan dalam mengonsumsi serat, pilih buah dan sayur yang beragam, seperti apel, mangga, jeruk, ubi jalar, dan nanas.
Kalsium
Sebanyak tiga cangkir susu atau susu kedelai yang diperkaya kalsium per hari dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium ibu hamil. Pilihan lain untuk asupan kalsium adalah sarden atau jus jeruk yang telah diperkaya kalsium. Jika Anda menyukai keju sebagai pengganti makanan-makanan yang telah disebutkan, utamakan yang rendah lemak. Yogurt rendah lemak juga dapat menjadi pilihan yang baik. Sebab, satu cangkir yogurt memiliki kadar kalsium lebih banyak daripada secangkir susu.
Zat besi
Fungsi zat besi adalah membentuk hemoglobin dan kemudian bersama-sama memasok oksigen untuk sel darah merah. Ketika hamil, kebutuhan zat besi Anda meningkat hingga 50 persen. Peningkatan kebutuhan ini terutama pada dua trimester terakhir. Setiap harinya, ibu hamil memerlukan setidaknya 27 miligram asupan zat besi. Sumber zat besi ada pada sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Jangan sampai Anda mengalami defisiensi zat besi karena akan menyebabkan kelelahan dan anemia defisiensi besi. Bayi pun menjadi berisiko mengalami lahir dengan berat badan rendah.
Asam folat
Sejak awal hingga usia kehamilan 12 minggu, Anda dianjurkan untuk mangonsumsi suplemen asam folat sebanyak 400 mcg per hari. Anda juga membutuhkan asam folat alami yang disebut folat. Berbeda dengan asam folat yang takarannya sudah jelas, folat sendiri tidak memiliki takaran yang direkomendasikan. Sumber folat adalah sayuran berwarna hijau. Sebagian margarin dan sereal juga telah diperkaya dengan asam folat. Fungsi asam folat pada ibu hamil adalah mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf (cacat lahir).
Nutrisi ibu hamil dapat berbeda takarannya, tergantung kepada usia, berat badan, usia kehamilan, dan aktivitas fisik masing-masing ibu hamil. Karenanya, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter tentang takaran tepat dari makanan yang harus dikonsumsi.



 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Ingin Menunda Kehamilan? Sudah Tahu Risiko dan Bahayanya Ini Belum Moms?

  sumber: https://mommyasia.id/1215

source: https://o.aolcdn.com/images/dims3/GLOB/crop/5616x2808+0+459/resize/630x315!/format/jpg/quality/85/http%3A%2F%2Fo.aolcdn.com%2Fhss%2Fstorage%2Fmidas%2Fb8670890466f17a2d1da115e95a244a3%2F204860304%2F469751088.jpg
Memutuskan waktu yang tepat untuk hamil sebenarnya sama saat kamu akan memutuskan waktu yang pas untuk menikah. Beberapa pasangan memilih untuk menunda memiliki momongan sebab ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari mental, finansial, atau bahkan mempersiapkan diri untuk fokus. Akan tetapi, saat akan menunda kehamilan, kamu perlu untuk tahu beberapa risiko yang akan kamu hadapi. Yuk, simak risiko menunda kehamilan yang perlu kamu tahu berikut ini!



Menunda Kehamilan

Dewasa ini, pasangan muda yang menikah di bawah usia 25 tahun relatif memilih untuk melakukan penundaan kehamilan. Latar belakang mereka melakukan ini beragam, diantaranya adalah faktor kesiapan mental, kemapanan finansial, atau bahkan mempersiapkan diri untuk fokus pada karir dan pendidikan terlebih dahulu.

Hal ini sebenarnya tidak masalah karena sebenarnya pemerintah di Indonesia juga memiliki program penundaan anak pertama untuk menciptakan keluarga yang kondusif sebelum memiliki bayi. Akan tetapi, menunda kehamilan terkadang menimbulkan beberapa risiko jika dilakukan tanpa perencanaan dan pengawasan yang tepat dari ahli kesehatan.






source: https://www.bustle.com/

Cara Menunda Kehamilan

Beberapa pasangan menggunakan beberapa cara untuk menunda kehamilan mereka. Idealnya, para pasangan muda berkonsultasi terlebih dahulu pada para ahli kesehatan saat akan melakukan program penundaan kehamilan. Beberapa alat kontrasepsi yang dapat dipilih adalah :

  1. Menggunakan kondom
  2. Mengonsumsi pil KB
  3. Melakukan suntik KB
  4. Menggunakan teknik kalender untuk menghitung masa subur





source: http://www.theperiodblog.com/



Risiko Menunda Kehamilan

Cara dan teknik di atas dapat dipilih untuk menunda kehamilan. Akan tetapi, tetap ada risiko terjadinya kehamilan yang berbahaya. Untuk itu, waspadai risiko yang akan kamu hadapi saat menunda kehamilan berikut ini :



Sulit Memiliki Anak

Hal pertama yang memang sering dibicarakan bahkan menjadi mitos bahaya menunda kehamilan adalah sulitnya memiliki anak. Menunda kehamilan bukan berarti kamu tidak ingin memiliki anak sama sekali, tetapi saat kamu sudah terlewat batas, kamu akan mendapati tubuh kamu sudah tidak subur dan optimal lagi untuk hamil dan memiliki keturunan.

Karena itu, penting bagi kamu agar membuat target dan batasan, kapan akan memulai program kehamilan. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk dapat memeriksa kondisi kesehatanmu.






source: http://www.benefitspro.com/



Bayi Cacat

Semua teknik penundaan kehamilan yang dapat kamu pilih tidak 100% dapat menunda kehamilan. Tetap ada risiko pembuahan yang terjadi sehingga dapat memungkinkan kamu hamil di saat kamu masih menggunakan alat-alat kontrasepsi.

Hal ini tentu berbahaya sebab alat kontrasepsi suntik dan pil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Apalagi jika kamu menggunakan spiral, bayi yang tumbuh akan terganggu akibat adanya benda asing dalam rahimmu.






source: https://www.self.com/



Kanker Rahim dan Payudara

Hamil pada dasarnya merupakan salah satu cara alami untuk menghindari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan seperti kanker rahim dan payudara. Saat hamil, hormon-hormon kamu dapat bekerja maksimal untuk menjadi kekebalan tubuh untuk melawan sel-sel kanker yang dapat tumbuh. Begitu pula saat menyusui. risiko kanker payudara akan berkurang seiring dengan proses pemberian ASI pada bayi.






source: http://7chicas.blogspot.com/





  Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.