Tampilkan postingan dengan label neonatus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label neonatus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Mei 2018

Teknik Menyendawakan Bayi

sumber:https://www.ibudanbalita.com/artikel/teknik-menyendawakan-bayi

Teknik Menyendawakan Bayi
Ibu, orang-orang tua jaman dulu selalu menganjurkan setelah menyusu bayi sebaiknya disendawakan. Ternyata ini anjuran sangat benar, karena berfungsi untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam perut bayi.
Biasanya udara masuk ke perut bayi bersamaan ketika bayi menyusu. Makin banyak udara yang masuk, semakin kembunglah perut bayi. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan akan menyebabkan rewel.
Kondisi ini juga bisa menyebabkan muntah karena udara dan makanan yang sudah bercampur di lambung. Bahayanya, muntahan bayi bisa masuk hidung dan paru-paru yang membuat bayi tersedak.
Umumnya menyendawakan bayi perlu dilakukan hingga usia bayi 9 bulan. Setelah itu, biasanya bayi sudah bisa bersendawa sendiri. Untuk itu hal lain yang harus ibu perhatikan adalah teknik menyendawakan si Kecil dengan benar. Bagaimana caranya? Berikut adalah teknik-teknik menyendawakan si kecil:

Pegang bayi dengan posisi ibu tegak atau semi tegak, dan pada saat yang sama beri tekanan lembut di perutnya.
Ibu bisa memegang bayi dalam posisi tegak atau semi tegak. Pada saat bersamaan lakukan tekanan lembut di perut bayi. Dada dan kepala bayi menjorok ke depan. Sanggah leher lalu tepuk-tepuk lembut secara perlahan-lahan pada bagian lambungnya. Biasanya bayi sering mengeluarkan sedikit susu saat bersendawa (gumoh), jadi siapkan tissue atau kain untuk membersihkan sisa susu. Cara ini juga bermanfaat bagi bayi yang sering gumoh dalam jumlah banyak.
Namun kelemahannya, posisi seperti ini biasanya memerlukan waktu agak lama sampai bayi bisa bersendawa. Melakukannya pun relatif tidak mudah karena posisi bayi setengah duduk.

Menaruh di Pundak
Inilah cara yang banyak dilakukan Ibu karena mudah menyendawakan. Caranya, bayi digendong di pundak dengan wajah menghadap ke belakang. Lalu pegang bagian pantatnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang satunya memegang leher dan menepuk-nepuk punggungnya. Tidak lebih dari tiga menit, mulut bayi akan mengeluarkan bunyi khas sendawa.

Posisi Telungkup
Telungkupkan bayi di pangkuan Ibu. Lalu tepuk-tepuklah bagian punggunya. Ketika Ibu melakukannya, usahakan supaya posisi dada bayi lebih tinggi dari perutnya. Cara ini juga bisa dilakukan di boks atau ranjang si kecil. Selain membuat udara di perut keluar, posisi ini bisa membuat bayi lebih rileks.

Selamat mencoba ya Bu.

 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sabtu, 05 Mei 2018

Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif

sumber: https://meetdoctor.com/article/pentingnya-pemberian-asi-eksklusif

Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif
ASI eksklusif  adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan bayi tanpa diberikan makanan tambahan lainnya. Hal ini bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat umum. Pemerintah telah menggalakkan berbagai program edukasi untuk memperkenalkan ASI eksklusif lewat berbagai media. Tetapi pada kenyataannya, masih banyak ibu yang tidak melakukannya, entah karena tidak mengetahui pengertian ASI eksklusif, atau tetap memilih memberikan susu formula karena berbagai mitos yang salah. Padahal pemberian ASI eksklusif sangat penting karena memiliki berbagai manfaat bagi bayi dan ibu.   
 
Dari Aspek Gizi 
ASI memiliki keunggulan-keunggulan seperti di bawah ini: 
- Kandungan gizi lengkap
- Mudah dicerna dan diserap
ASI memberikan manfaat pada bayi karena mudah dicerna apabila ketika pencernaannya belum begitu sempurna (dibawah usia 6 bulan)
- Mengandung lipase untuk pencernaan lemak
- Mempertinggi penyerapan kalsium
- Mengandung zat kekebalan tubuh (imunitas)
Air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, berkembang menjadi pengidap diabetes tipe 2, atau meningitis lebih rendah ketimbang bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim.
 
Dari Aspek Psikologis 
Memberikan ASI pada bayi, memberikan dampak positif seperti di bawah ini: 
 - Mendekatkan hubungan ibu dan bayi
Saat menyusui, Anda akan bersentuhan dengan kulit Si Kecil dan saling bertatap-tatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan Anda dengannya.
- Menimbulkan rasa aman bagi bayi
- Mengembangkan dasar kepercayaan (Basic sence of trust)
 
Dari Aspek KB
ASI eksklusif bisa menunda kembalinya kesuburan dan menjarangkan kehamilan karena bisa menghambat ovulasi.
 
Bagi ibu
- Mengurangi insiden kanker leher rahim dan kanker payudara
- Mengurangi insiden HPV (Human Papilo Virus) yang dapat menyebabkan kanker serviks
- Mempercepat involusi uterus atau kembalinya rahim ke ukuran normal setelah melahirkan. Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini mungkin bisa mengurangi perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus kembali ke bentuk rahim sebelum hamil.
 
Bagi keluarga
- Aspek Ekonomi : Selama memberikan ASI eksklusif, Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Hal ini bisa menghemat pengeluaran bulanan Anda.
- Aspek kemudahan : tidak perlu mengganggu orang lain
 
Bagi bangsa dan Negara
- Menurunkan angka kematian dan kesakitan anak
- Meningkatkan kualitas generasi penerus
Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara Anda dan Si Kecil yang terjadi selama proses menyusui  mungkin turut memberi kontribusi.
 
Anda tidak perlu khawatir ASI yang diberikan kepada bayi tidak membuatnya kenyang sehingga pemberian makanan atau cairan kepada bayi 6 bulan sebaiknya tidak diberikan untuk mendukung pemberian ASI ekslusif. Selama menyusui, Anda disarankan untuk menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh. Ditakutkan asupan tersebut bisa memengaruhi ASI dan berefek tidak baik pada bayi Anda. Menerapkan pola makan sehat sangat dianjurkan ketika Anda sedang menyusui seperti mengonsumsi sayuran, buah, daging tanpa lemak, makanan berserat, susu dan banyak minum air. (dr. Yohana Margarita)
 
 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Cara Menyusui yang Benar dan Praktis

sumber: https://www.alodokter.com/cara-menyusui-yang-benar-dan-praktis

Meski menyusui merupakan hal alami, namun tak jarang ibu mengalami kesulitan menjalankan proses tersebut. Jangan buru-buru berkecil hati. Dengan mempraktikkan beberapa langkah cara menyusui yang benar berikut, proses menyusui akan lebih mudah bagi ibu dan bayi.
Air susu ibu (ASI) mengandung 400 nutrisi yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan bayi. Seiring dengan pertumbuhan bayi, kandungan nutrisi di dalamnya akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Manfaat memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan akan menekan risiko sakit infeksi telinga, radang paru-paru (pneumonia), radang pencernaan (gastroenteritis), sekaligus meningkatkan kecerdasan.
Cara menyusui yang benar dan praktis - alodokter
Beberapa hal ini dapat dilakukan agar proses menyusui mudah dan menyenangkan bagi ibu dan bayi, yaitu :
  • Pastikan ibu dan bayi berada dalam kondisi rileks dan nyaman. Posisi kepala bayi harus lebih tinggi dibandingkan tubuhnya, hal ini dimaksudkan agar bayi lebih mudah menelan. Ibu dapat menyangga dengan tangan ataupun mengganjal dengan bantal. Kemudian, tempatkan hidung bayi sejajar dengan puting. Hal ini akan mendorong bayi membuka mulutnya.
  • Ketika bayi mulai membuka mulutnya dan ingin menyusu, maka dekatkan bayi ke payudara ibu. Tunggu hingga mulutnya terbuka dengan lebar dengan posisi lidah ke arah bawah. Jika bayi belum melakukannya, ibu dapat membantu bayi dengan dengan menyentuh lembut bagian atas bibir bayi.
  • Posisi perlekatan terbaik bayi menyusui yaitu perlekatan asimetris. Pada perlekatan ini, mulut bayi tidak hanya menempel pada puting payudara, namun pada area bawah puting payudara dan selebar mungkin. Perlekatan ini merupakan salah satu syarat penting dalam cara menyusui dengan benar.
  • Tanda bahwa perlekatan sudah baik yaitu ketika ibu tidak merasakan nyeri saat bayi menyusu dan bayi memperoleh ASI yang mencukupi. Ibu dapat mendengarkan saat bayi menelan ASI.
  • Jika ibu merasa nyeri, lepas perlekatan dengan memasukan jari kelingking ke arah gusi dan puting. Kemudian, coba lagi untuk perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah benar, umumnya bayi akan dapat menyusu dengan baik.
  • Bayi menyusu sekitar 5 hingga 40 menit, tergantung kebutuhannya. Umumnya dibutuhkan beberapa waktu untuk adaptasi ibu dan bayi agar proses menyusui berjalan lancar.

Perlengkapan Menyusui yang Diperlukan

Agar bayi nyaman menyusu, ibu sebaiknya menggunakan bra khusus menyusui yang memiliki kait atau kancing di bagian depan yang dapat dibuka. Bagi ibu, hal ini akan menghindari tersumbatnya saluran ASI atau memicu terjadinya peradangan jaringan payudara (mastitis).
Untuk mencegah kebocoran ASI pada bra, ibu dapat menggunakan bantalan payudara (breast pad) yang diselipkan pada bagian depan bra. Untuk ibu yang berencana memerah ASI, ibu dapat membeli pompa ASI yang nyaman untuk digunakan.
Seringkali, diperlukan praktik selama beberapa waktu hingga ibu dan bayi dapat bekerjasama dengan baik selama proses menyusui. Jika diperlukan, ibu menyusui dapat meminta saran dan bantuan dari bidan atau konsultan laktasi untuk mengetahui cara menyusui dengan benar.



 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.id
Akbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

contoh Askeb balita



ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA
BALITA SEHAT USIA 24 BULAN
DI PMB SEJAHTERA


Disusun oleh:
Hilda Sri Andini ( 11117015)
Lisa Kinasih (11117017)
Marina ( 11117018)


AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH
BANTUL, YOGYAKARTA
2018/2019




ASUHAN KEBIDANAN PADA BALITA

BALITA SEHAT USIA 24 BULAN
DI PMB SEJAHTERA

No RM                                  : -
Masuk tgl/jam                  : 2 Mei 2018 / 13.00
Tempat                                : PMB Sejahtera
Pengkajian Tgl/jam       : 2 Mei 2018 / 13.10

SUBYEKTIF
1.       Identitas Balita                                       
Nama                            : Nn. S
Umur                            : 24 bulan
Jenis Kelamin            : Perempuan
Tanggal lahir             : 1 April 2016
2.       Identitas penanggungjawab
Nama                            :Ny. M
Umur                            : 27 tahun
 Agama                         : Islam
Pendidikan                                : S1
Pekerjaan                   : PNS
Suku/bangsa             : Jawa/Indonesia
Alamat                         : Bantul
Telp                               :0818-0992-xxxx
3.       Alasan datang/keluhan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan perkembangan putrinya yang sudah berumur 2 tahun.
4.       Status imunisasi                      : lengkap
Imunisasi yang belum          :  -





5.        Pola Kebutuhan Sehari-hari
a.       Nutrisi
Porsi makan sehari    :1 piring sedang
Frekuensi                       : 2-3 x/hari
Jenis                                  : nasi, sayur (sup jagung, sup ayam) lauk ( telur, hati ayam, ayam), buah.
Makanan pantang       : tidak ada
Pola minum                  : 5-6 gelas (air putih, susu)
Masalah                           : tidak ada
b.       Eliminasi
1)     BAK
Frekuensi  7-8 x/hari                                                    warna kuning jernih
Keluhan tidak ada keluhan pada saat BAK
2)     BAB
Frekuensi 1-2x/hari                                                      warna kuning
Keluhan tidak ada keluhan pada saat BAB
c.       Istirahat
Siang 2 jam                                                                malam 8 jam
    Keluhan tidak ada keluhan pada saat istirahat
d.       Aktivitas                      : bermain,
e.       Personal higiene      :              Mandi 2x/hari
Potong kuku 1x minggu
Ganti pakaian 2x sehari

OBYEKTIF
1.       Pemeriksaan Umum
KU                          : baik
Kesadaran          : Composmentis
PB                          : 90 cm
BB                          : 17 kg
LLA                        : 15 cm
LK                          : 39 cm
LD                          : 40 cm
Vital sign             :N : 90 x/menit                  S : 37˚C                 P : 30 x/menit
2.       Pemeriksaan Fisik
Kepala                  : Messosepal, rambut bersih, hitam, tidak rontok
Muka                    : tidak pucat, tidak ada oedema
Mata                      : simetris, sklera putih, tidak ada secret, tidak ada oedema, konjungtiva merah muda
Hidung                 : tidak ada pernafasan cuping hidung, tidak ada secret, tidak ada polip
Bibir                      : tidak pucat dan kering, tidak labioskisis dan palatoskisis, tidak ada karang gigi, tidak ada gigi berlubang
Telinga                 : simetris kanan kiri, tidak ada serumen, bersih, tidak ada peradangan
Leher                    : tidak ada pembekakan kelenjar tiroid, tidak ada ada pembekakan kelenjar limfe, tidak ada pembekakan vena jugolaris
Aksila                   : tidak ada pembekakan kelenjar getah bening
Ektremitas Atas (Kanan & Kiri): simetris, tidak ada polidaktili sidaktili
Dada                     : simetris, tidak ada retaksi dinding dada
Abdomen            : tidak ada bekas luka, tidak ada bising usus
Genetalia             : labia mayora sudah menutupi labia minora, tidak keluar cairan
Ektremitas Bawah (Kanan & Kiri): simetris kanan kiri, tidak polidaktili sidakliti, tidak ada oedema
3.       Pemeriksaan penunjang/data perkembangan anak (jika ada)
a.       Motorik halus       : mencoret-coret
anak sudah mampu mencoret-coret
ambil mainan
ditunjukkan anak sudah mampu mengambil manic-manic
meniru garis vertikal
anak sudah mampu meniru garis vertical








b.       Motorik kasar      : lari
Anak sudah mampu berlari
Berjalan naik tangga
Anak sudah bisa berjalan naik turun tangga
Menendang bola kedepan
Anak sudah mampu mendang bola kedepan
Melompat
Anak sudah dapat melompat

c.       Bahasa                     :  3, 6kata
Anak sudah mampu mengucapkan 3, 6 kata
Menyebut 4 gambar
Anak sudah mampu  menyebutkan 4 gambar
6 bagian badan
Anak sudah mampu menyebutkan 6 bagian badan
d.      Personal social    : Minum dengan cangkir
 Anak sudah bisa minum dengan cangkir dengan baik
 Membantu dirumah
Anak sudah mampu untuk melakukan pekerjan rumah seperti ikut menyapu ketika melihat ibunya menyapu dan membereskan mainannya sesudah bermain
Menggunakan sendok garpu
 anak sudah bisa menggunakan dan mampu memegang sendok garpu
Membuka pakaian sendiri
Sudah mampu membuka pakaian sendiri
Menggunakan pakaian sendiri
Anak sudah mampu menggunakan pakaian sendiri
Menggosok gigi
Anak sudah mampu menggosok gigi sendiri
Mencuci dan mengeringkan tangan
Anak mampu mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
Kesimpulan : jumlah jawaban ya 10
Perkembangannya sesuai






ASSESMENT
Balita sehat usia 24 bulan


PENATALAKSANAAN
Tanggal 2-Mei-2018                                 jam 13.30
1.       Mengonfirmasikan pada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan bahwa anak dalam pertumbuhan dan perkembangan yang normal, PB: 90 CM, BB: 17 kg, N: 90 x/menit, P: 30x/menit, S: 37 ibu mengerti
2.       KIE tentang stimulasi tumbuh kembang usia 24 bulan. Ibu dapat mengulangi penjelasan bidan.
Stimulasi tumbuh kembang usia 24 bulan :
a.  Menganjurkan ibu untuk mempertahankan dan meningkatkan stimulasi tumbuh kembang balita. Ibu bersedia
b.  Menganjurkan ibu untuk rutin mengikuti posyandu, dan Kelompok Bermain agar tumbuh kembang balita tetap terpantau dan ibu bersedia
3.       Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 6 bulan lagi. Ibu bersedia







 Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.